Properti
Otomotif
Elektronik
Iklan Terbaru
Sudinhub Jakut Kembali Didemo
“Kita minta keputusan yang jelas dari Dishub soal pemberian izin perpanjangan trayek APB 01A. Banyak kerugian yang kami alami setelah adanya trayek APB-01A, penumpang pun sepi. Ironisnya, kami tak lagi mendapatkan penghasilan memadai, pas-pasan hanya untuk banyak setoran," teriak Hotma Simanjuntak, sopir Metromini U-41 disusul teriakan rekan-rekannya.
Menurutnya, trayek APB 01 A hanya melayani rute Kalibaru–Pasar Ular, tapi kini mereka memperpanjang rute hingga Sunter Podomoro. “Sudah lima hari mereka beroperasi hingga Sunter Podomoro dan melintas di jalur protokol Jl Yos Sudarso. Padahal, APB 01A hanya transportasi pengganti bemo yang seharusnya melintas di jalur perumahan,” tambah Gatot, sopir lainnya.
Untuk itu, mereka meminta petugas Sudinhub Jakut bertindak tegas, melarang angkutan APB-01 A masuk jalur yang biasa dilalui trayek U-41. “Gara-gara mereka, kami hanya mendapatkan kelebihan Rp30 ribu,” ujar Robert, yang mengaku setiap hari harus menyiapkan uang Rp230 ribu untuk bayar setoran.
Sebelumnya Senin (19/10) lalu, puluhan sopir Metromini melakukan aksi serupa di kantor Sudinhub Jakut. Namun pihak Sudinhub, yang diwakili Komandan Regu (Danru) Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Sudinhub Jakut, Imam S, menjanjikan adanya pertemuan dengan pengurus APB 01A dan Metromini U-41. Namun, lantaran adanya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, pihak Sudinhub Jakut menunda pertemuan kedua pengurus angkutan.
Saat dihubungi, Imam mengatakan, trayek APB 01A, dikeluarkan oleh Dishub Perhubungan di Jatibaru. Saat ini, pihak Dishub akan melakukan sosialisasi perpanjangan trayek APB 01A tersebut. "Kalau sopir Metromini tidak terima perpanjangan trayek APB 01-A, silakan tanyakan ke Dishub," tegasnya.
Simanjuntak (46), sopir Metromini mengatakan, bersama rekan-rekannya akan melakukan demo di Dishub di Jatibaru. "Jika trayek APB 01A tidak dikembalikan seperti semula, maka kami akan melakukan mogok," ujar Simanjuntak, mewakili para sopir.
Tak hanya mengurangi pendapatan, sopir menuding pihak Dishub mendapat uang pelicin dalam memperpanjang trayek APB 01A. "Dishub sepertinya mendapat uang untuk memperpanjang trayek APB 01A," ujar Simanjuntak lagi. Sebab selama ini, trayek APB 01, tidak melintasi jalur yang dilalui Metromini U-41.
Kemudian lima orang perwakilan aksi demo melakukan pertemuan dengan Kepala Sudinhub Jakut, Achmad, dengan pengurus APB 01A. Dalam pertemuan itu, trayek APB 01A disepakati kembali seperti semula.
Staf Operasi Metromini, Martin B, mengatakan, operasi uji coba trayek yang melintasi Jalur Sunter Podomoro 13 Oktober sampai 19 November 2009, diberhentikan sementara. Saat ini, jumlah metromini U-41 sebanyak 150 unit dengan 600 sopir dan kernet. "Armada sengaja tidak operasi hari ini," tegasnya.
Bahkan pihak Metromini sudah mengajukan surat keberatan ke Dishub Jatibaru dan Sudinhub Jakut. Dijelaskan Martin, para sopir pun diperbolehkan kembali beroperasi. "Seharusnya perpanjangan trayek yang bersinggungan dengan Metromini U-41, dilakukan pertemuan dengan pengurus oleh Dishub DKI Jakarta," ujar Martin.
Namun kenyataannya, setelah ada aksi unjuk rasa sopir, pihak Dishub baru mau mengevaluasi perpanjangan izin trayek. "Seharusnya, kalau sampai terjadi benturan, baru Dishub melakukan peninjauan," keluh Martin. Setelah pertemuan tersebut, para sopir yang melakukan aksi demo tetap melakukan aksi mogok tidak beroperasi hari ini.
Aksi mogok sopir Metromini ini tentu saja berdampak. Ribuan masyarakat tak terlayani. Untuk itu, Kasudinhub Jakut, Achmad meminta sopir Metromini kembali beroperasi. Bahkan memerintahkan APB 01A, untuk tidak melintasi Jl Sunter Podomoro sambil menunggu keputusan dari Dishub DKI Jakarta, tentang perpanjangan trayek APB 01A. ”Kami meminta kedua belah pihak bersabar dan tetap beroperasi seperti biasa,” ungkap Achmad.
Sumber : beritajkarta.com
Related posts:
If you enjoyed this article, subscribe to receive more great content just like it.
0 komentar for this post
Leave a reply
Langganan:
Posting Komentar (Atom)