Properti
Otomotif
Elektronik
Iklan Terbaru
Tampilkan postingan dengan label Properti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Properti. Tampilkan semua postingan
RSUD Koja Minim Alat Medis Dan Ruang Inap
Akibat kerusakan sejumlah alat itu, kegiatan praktek para dokter spesialis terganggu. Imbasnya, jumlah dokter spesialis pun ikut berkurang."Kadang mereka kesal,ketika akan melaksanakan operasi alat yang digunakan rusak. Dan terpaksa pasien dirujuk ke rumah sakit lain. Malah ada alat radiologi yang harus dipukul dulu sebelum dioperasikan" tambah Togi.
Sedangkan mengenai ruang rawat inap, saat ini ada 335 kamar dengan rincian 189 kamar kelas tiga, 131 kamar kelas dua, 10 kamar kelas satu dan 5 kamar VIP. Dan RSUD Koja sudah tidak mampu menampung pasien yang kebanyakan warga tidak mampu. "Terpaksa kami tampung di kelas dua dengan harga kelas tiga," ujar Togi.
Dalam setahun, rumah sakit milik pemerintah daerah ini didatangi rata- rata 1.000 pasien per bulan. Sebanyak 30 persen diantaranya mengajukan rawat inap."Sebab, kami tidak pernah menolak pasien,"katanya.
Dan untuk itu, sambung Togi, pihaknya berharap rencana membangun gedung Blok B bisa terealisasi agar 335 kamar di gedung Blok A bisa digunakan untuk kamar kelas tiga. "Jadi kamar kelas dua, kelas satu, dan VIP tak disatukan lagi dengan kelas tiga,"; katanya.
Oleh karena itu, masih kata Togi, untuk tahun 2010, RSUD Koja meminta anggaran Rp 65 Miliar, sedangkan tahun lalu hanya Rp 57 Miliar.
";Pasalnya selain dana pemeliharaan alat medis. Kondisi bangunan juga sudah banyak yang rusak, seperti keramik lantai banyak mengelupas, plafon langit-langit di beberapa ruangan. Bahkan 65 pejabat setiap unit wajib menginventarisir kerusakan di setiap ruangan," tambah Togi.
Menanggapi keluhan ini, Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Igo Ilham berjanji akan membahas perlunya penambahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk kesehatan. "Perubahan APBD memang menjadi kunci penyelesaiannya," kata Igo. Sayangnya, ia tidak merinci berapa jumlah APBD untuk kesehatan saat ini, termasuk berapa besar perubahan yang akan diusulkan
Gratis, Masuk Ancol Minggu 25 Oktober!
Anda ingin gratis masuk Ancol sambil bersepeda? Minggu (25/10), manajemen Ancol Taman Impian memberikan diskon 100 persen alias gratis bagi 4.000 pesepeda yang datang ke tempat rekreasi ini.
“Hari itu ribuan pesepeda dari berbagai komunitas kami undang ke Ancol secara gratis masuk di pintu utama. Silakan nikmati Pantai Ancol atau menyaksikan hiburan di arena UrbanFest 2009,” ujar YJ Harwanto, General Manager Taman Impian, kepada Warta Kota di Ancol, Senin (19/10).
Pada 25 Oktober itu akan diluncurkan "produk" baru di taman rekreasi terbesar di Asia Tenggara itu, yakni Ancol Commuter. Manajemen Ancol Taman Impian akan menyediakan 200 sepeda yang dipinjamkan secara gratis kepada pengunjung untuk berkeliling kawasan itu, terutama di sekitar Pantai Carnaval.
Program Ancol Commuter juga sebagai bentuk kepedulian terhadap pemeliharaan lingkungan hidup. Sepeda nantinya akan menjadi sarana transportasi utama di Ancol. Saat ini, di kawasan ini juga telah ada jalur khusus sepeda, yaitu Carnaval Bike Beach, serta arena bermain bagi komunitas dirty jump (DJ) yang diberi nama Bikaholic.
“Ke depan, kami berharap pengunjung di kawasan Ancol itu berjalan kaki, naik sepeda, atau menggunakan inner transportation yang telah kami sediakan. Parkir mobil akan kami sediakan di luar,” ujar Harwanto.
Nama Ancol Commuter diambil dengan filosofi bahwa kawasan Ancol Taman Impian adalah sebuah kawasan yang terdiri atas berbagai unit rekreasi layaknya sebuah perkotaan yang membutuhkan sarana transportasi sebagai konektivitas satu lokasi dengan lokasi lainnya. Sepeda adalah salah satu sarana transportasi yang nantinya akan menjadi transportasi utama dalam pengembangan mobilitas kawasan Ancol Taman Impian menuju cita-cita Ancol Spektakuler.
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Budi Karya Sumadi mengatakan, penggunaan sepeda sebagai sarana transportasi pengunjung ini didasari oleh semangat kepedulian terhadap lingkungan hidup dalam pengurangan emisi gas karbon ataupun menjaga kesehatan jasmani. Program ini sekaligus sebagai wujud konsistensi pengembangan Ancol menuju green company.
Sementara itu, rencana Ancol ingin “menyepedakan” pengunjungnya mendapat sambutan baik dari kalangan pesepeda. “Wah, itu sudah melakukan ekoturisme. Memang sudah harus dilakukan oleh tempat wisata sebesar Ancol,” kata Arif Santoso, anggota Bojonggede Bikers Community (Bobico).
Tense Manalu, seorang aktivis Bike to Work, melihat program Ancol itu akan menambah kawasan bersepeda bagi masyarakat Jakarta. “Ini akan menambah fasilitas bersepeda bagi masyarakat Ibu Kota yang selama ini sulit sekali mencari kawasan bersepeda yang nyaman di Jakarta,” ujarnya.
Tense juga melihat upaya Ancol itu akan mendukung pertumbuhan atlet sepeda, khususnya atlet BMX, karena selama ini mereka kekurangan tempat berlatih. Namun, karyawan sebuah perusahaan di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ini juga menyoroti tarif masuk Ancol yang dirasanya cukup mahal bagi pelajar.
“Kalau enggak salah hanya pada jam-jam tertentu yang murah. Mungkin waktunya bisa diperpanjang untuk pelajar,” ujarnya.
Saat ini tarif masuk Ancol sebesar Rp 13.000/orang, tetapi pada Minggu pukul 06.00-09.00 diberlakukan potongan harga sehingga tarifnya hanya Rp 6.000/orang.
UrbanFest
Tahun ini, untuk ketiga kalinya diadakan UrbanFest yang berlangsung dua hari, 24-25 Oktober 2005, di Pasar Seni, Ancol. Acara yang digelar pertama kali pada 2007 ini terselenggara atas kerja sama Ancol Taman Impian, Prambors Radio, Kompas Gramedia, dan Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
UrbanFest tahun ini akan menyajikan street artventure dengan nuansa baru yang belum pernah dilakukan seperti memotret kegairahan ekspresi berbagai komunitas perkotaan, mulai dari ekspresi budaya dan berkesenian, permainan, sampai olahraga ekstrem. Juga ada carnaval dance, music performance, street fest, art exhibition, pemutaran film, game, sport arena, dan urban food.
UrbanFest 2008 dikunjungi 45.000 anak muda Jakarta dalam dua hari. Kali ini, band-band yang digandrungi anak muda, seperti D’Masiv, The Bannery, Seurieus, dan The Safari, akan tampil.
“Hari itu ribuan pesepeda dari berbagai komunitas kami undang ke Ancol secara gratis masuk di pintu utama. Silakan nikmati Pantai Ancol atau menyaksikan hiburan di arena UrbanFest 2009,” ujar YJ Harwanto, General Manager Taman Impian, kepada Warta Kota di Ancol, Senin (19/10).
Pada 25 Oktober itu akan diluncurkan "produk" baru di taman rekreasi terbesar di Asia Tenggara itu, yakni Ancol Commuter. Manajemen Ancol Taman Impian akan menyediakan 200 sepeda yang dipinjamkan secara gratis kepada pengunjung untuk berkeliling kawasan itu, terutama di sekitar Pantai Carnaval.
Program Ancol Commuter juga sebagai bentuk kepedulian terhadap pemeliharaan lingkungan hidup. Sepeda nantinya akan menjadi sarana transportasi utama di Ancol. Saat ini, di kawasan ini juga telah ada jalur khusus sepeda, yaitu Carnaval Bike Beach, serta arena bermain bagi komunitas dirty jump (DJ) yang diberi nama Bikaholic.
“Ke depan, kami berharap pengunjung di kawasan Ancol itu berjalan kaki, naik sepeda, atau menggunakan inner transportation yang telah kami sediakan. Parkir mobil akan kami sediakan di luar,” ujar Harwanto.
Nama Ancol Commuter diambil dengan filosofi bahwa kawasan Ancol Taman Impian adalah sebuah kawasan yang terdiri atas berbagai unit rekreasi layaknya sebuah perkotaan yang membutuhkan sarana transportasi sebagai konektivitas satu lokasi dengan lokasi lainnya. Sepeda adalah salah satu sarana transportasi yang nantinya akan menjadi transportasi utama dalam pengembangan mobilitas kawasan Ancol Taman Impian menuju cita-cita Ancol Spektakuler.
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Budi Karya Sumadi mengatakan, penggunaan sepeda sebagai sarana transportasi pengunjung ini didasari oleh semangat kepedulian terhadap lingkungan hidup dalam pengurangan emisi gas karbon ataupun menjaga kesehatan jasmani. Program ini sekaligus sebagai wujud konsistensi pengembangan Ancol menuju green company.
Sementara itu, rencana Ancol ingin “menyepedakan” pengunjungnya mendapat sambutan baik dari kalangan pesepeda. “Wah, itu sudah melakukan ekoturisme. Memang sudah harus dilakukan oleh tempat wisata sebesar Ancol,” kata Arif Santoso, anggota Bojonggede Bikers Community (Bobico).
Tense Manalu, seorang aktivis Bike to Work, melihat program Ancol itu akan menambah kawasan bersepeda bagi masyarakat Jakarta. “Ini akan menambah fasilitas bersepeda bagi masyarakat Ibu Kota yang selama ini sulit sekali mencari kawasan bersepeda yang nyaman di Jakarta,” ujarnya.
Tense juga melihat upaya Ancol itu akan mendukung pertumbuhan atlet sepeda, khususnya atlet BMX, karena selama ini mereka kekurangan tempat berlatih. Namun, karyawan sebuah perusahaan di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ini juga menyoroti tarif masuk Ancol yang dirasanya cukup mahal bagi pelajar.
“Kalau enggak salah hanya pada jam-jam tertentu yang murah. Mungkin waktunya bisa diperpanjang untuk pelajar,” ujarnya.
Saat ini tarif masuk Ancol sebesar Rp 13.000/orang, tetapi pada Minggu pukul 06.00-09.00 diberlakukan potongan harga sehingga tarifnya hanya Rp 6.000/orang.
UrbanFest
Tahun ini, untuk ketiga kalinya diadakan UrbanFest yang berlangsung dua hari, 24-25 Oktober 2005, di Pasar Seni, Ancol. Acara yang digelar pertama kali pada 2007 ini terselenggara atas kerja sama Ancol Taman Impian, Prambors Radio, Kompas Gramedia, dan Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
UrbanFest tahun ini akan menyajikan street artventure dengan nuansa baru yang belum pernah dilakukan seperti memotret kegairahan ekspresi berbagai komunitas perkotaan, mulai dari ekspresi budaya dan berkesenian, permainan, sampai olahraga ekstrem. Juga ada carnaval dance, music performance, street fest, art exhibition, pemutaran film, game, sport arena, dan urban food.
UrbanFest 2008 dikunjungi 45.000 anak muda Jakarta dalam dua hari. Kali ini, band-band yang digandrungi anak muda, seperti D’Masiv, The Bannery, Seurieus, dan The Safari, akan tampil.
Spamas Terbakar, Karyawati Massage Panik
Saat kejadian, massage Spamas yang berlokasi di Jalan Manggadua, tepatnya Komplek Boutiq, Blok B No. 74-75, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara (Jakut), sepuluh karyawati yang masih ada di lokasi panik dan berhamburan keluar setelah melihat kepulan asal dari salah satu kamar di lantar empat.
Untungnya, saat kejadian pukul 01.00 WIB itu, ruko yang dijadikan tempat SPA & Massage tersebut sudah tutup. "Kami sedang siap-siap mau pulang karena jam kerja sudah habis. Namun, tiba-tiba saja ada kepulan asap dari lantai atas," jelas Rika (20), salah satu karyawan Spamas Massage yang panik ke luar dari dalam ruko.
Sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran dari Suku Dinas (Sudin) Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Utara, dan tiga unit ambulans dari Palang Merah Indonesia (PMI) Jakut, diterjunkan ke lokasi.
Beruntung api belum merambat ke ruko sekeliling. Hanya saja, asapn yang ditimbulkan cukup banyak. "Setelah kami cek ke dalam, tidak ada korban yang terjebak kepulan asap," kata Suhadi, seorang petugas pemadam kebakaran.
Sementara itu, Manager Operasional Spamas,Jhonathan mengungkapkan, ketika kejadian tinggal beberapa karyawati saja yang berkemas siap pulang, karena jam operasional sudah tutup, dan sudah tak ada pelanggan. "Bahkan sebagian karyawati sudah ada yang pulang. Namun tiba-tiba ada kepulan asap dari lantai 4. Pihak security berusaha mengecek ke atas, dan mendapati ada api yang membakar karpet di lantai itu.
Semula api berhasil di padamkan, namun karena kepulan asap yang pekat, dia memanggil petugas pemadam kebakaran untuk memastikan kondisi lantai empat. "Saya khawator kalau masih ada api, bisa merambat ke ruko lain. Untungnya, petugas datang untuk mengecek ke dalam," katanya.
Dirinya belum mendapat kepastian sumber api berasal. Tapi, dirinya menduga asal api karena ada orang yang sengaja membuang puntung rokok, atau bisa juga karena konsleting listrik. "Semuanya saya serahkan ke petugas," jelas Jhonathan.
Kepala Unit Satuan Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Pademangan, Iptu Sugiyono, mengatakan, asal api belum bisa dipastikan karena human error atau korsleting listrik. "Yang jelas api berawal di lantai 4 dari karpet lantai. Untungnya, sudah cepat diatasi dan tak merambat ke tempat lain. Sampai saat ini, kami masih menyelidiki penyebabnya," katanya.
Sudinhub Jakut Kembali Didemo
Kantor Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Utara (Jakut), Rabu (21/10) pukul 11.00, tak seramai hari kemarin. Teriakan nada protes meluncur dari mulut ratusan sopir Metromini U-41 jurusan Tanjungpriok-Pulogadung, saat mereka mendatangi kantor Sudinhub Jakut, menuntut trayek angkutan pengganti bemo (APB), APB-01A untuk tidak diperpanjang lantaran berdampak pada kurangnya pendapatan mereka.Dengan mengerahkan 16 unit Metromini U-41, sebanyak 150 sopir masuk dan menggelar aspirasi di halaman kantor. Tak banyak yang mereka suarakan, kecuali menuntut trayek APB-01A tidak diperpanjang lagi.“Kita minta keputusan yang jelas dari Dishub soal pemberian izin perpanjangan trayek APB 01A. Banyak kerugian yang kami alami setelah adanya trayek APB-01A, penumpang pun sepi. Ironisnya, kami tak lagi mendapatkan penghasilan memadai, pas-pasan hanya untuk banyak setoran," teriak Hotma Simanjuntak, sopir Metromini U-41 disusul teriakan rekan-rekannya.
Menurutnya, trayek APB 01 A hanya melayani rute Kalibaru–Pasar Ular, tapi kini mereka memperpanjang rute hingga Sunter Podomoro. “Sudah lima hari mereka beroperasi hingga Sunter Podomoro dan melintas di jalur protokol Jl Yos Sudarso. Padahal, APB 01A hanya transportasi pengganti bemo yang seharusnya melintas di jalur perumahan,” tambah Gatot, sopir lainnya.
Untuk itu, mereka meminta petugas Sudinhub Jakut bertindak tegas, melarang angkutan APB-01 A masuk jalur yang biasa dilalui trayek U-41. “Gara-gara mereka, kami hanya mendapatkan kelebihan Rp30 ribu,” ujar Robert, yang mengaku setiap hari harus menyiapkan uang Rp230 ribu untuk bayar setoran.
Sebelumnya Senin (19/10) lalu, puluhan sopir Metromini melakukan aksi serupa di kantor Sudinhub Jakut. Namun pihak Sudinhub, yang diwakili Komandan Regu (Danru) Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Sudinhub Jakut, Imam S, menjanjikan adanya pertemuan dengan pengurus APB 01A dan Metromini U-41. Namun, lantaran adanya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, pihak Sudinhub Jakut menunda pertemuan kedua pengurus angkutan.
Saat dihubungi, Imam mengatakan, trayek APB 01A, dikeluarkan oleh Dishub Perhubungan di Jatibaru. Saat ini, pihak Dishub akan melakukan sosialisasi perpanjangan trayek APB 01A tersebut. "Kalau sopir Metromini tidak terima perpanjangan trayek APB 01-A, silakan tanyakan ke Dishub," tegasnya.
Simanjuntak (46), sopir Metromini mengatakan, bersama rekan-rekannya akan melakukan demo di Dishub di Jatibaru. "Jika trayek APB 01A tidak dikembalikan seperti semula, maka kami akan melakukan mogok," ujar Simanjuntak, mewakili para sopir.
Tak hanya mengurangi pendapatan, sopir menuding pihak Dishub mendapat uang pelicin dalam memperpanjang trayek APB 01A. "Dishub sepertinya mendapat uang untuk memperpanjang trayek APB 01A," ujar Simanjuntak lagi. Sebab selama ini, trayek APB 01, tidak melintasi jalur yang dilalui Metromini U-41.
Kemudian lima orang perwakilan aksi demo melakukan pertemuan dengan Kepala Sudinhub Jakut, Achmad, dengan pengurus APB 01A. Dalam pertemuan itu, trayek APB 01A disepakati kembali seperti semula.
Staf Operasi Metromini, Martin B, mengatakan, operasi uji coba trayek yang melintasi Jalur Sunter Podomoro 13 Oktober sampai 19 November 2009, diberhentikan sementara. Saat ini, jumlah metromini U-41 sebanyak 150 unit dengan 600 sopir dan kernet. "Armada sengaja tidak operasi hari ini," tegasnya.
Bahkan pihak Metromini sudah mengajukan surat keberatan ke Dishub Jatibaru dan Sudinhub Jakut. Dijelaskan Martin, para sopir pun diperbolehkan kembali beroperasi. "Seharusnya perpanjangan trayek yang bersinggungan dengan Metromini U-41, dilakukan pertemuan dengan pengurus oleh Dishub DKI Jakarta," ujar Martin.
Namun kenyataannya, setelah ada aksi unjuk rasa sopir, pihak Dishub baru mau mengevaluasi perpanjangan izin trayek. "Seharusnya, kalau sampai terjadi benturan, baru Dishub melakukan peninjauan," keluh Martin. Setelah pertemuan tersebut, para sopir yang melakukan aksi demo tetap melakukan aksi mogok tidak beroperasi hari ini.
Aksi mogok sopir Metromini ini tentu saja berdampak. Ribuan masyarakat tak terlayani. Untuk itu, Kasudinhub Jakut, Achmad meminta sopir Metromini kembali beroperasi. Bahkan memerintahkan APB 01A, untuk tidak melintasi Jl Sunter Podomoro sambil menunggu keputusan dari Dishub DKI Jakarta, tentang perpanjangan trayek APB 01A. ”Kami meminta kedua belah pihak bersabar dan tetap beroperasi seperti biasa,” ungkap Achmad.
Sumber : beritajkarta.com
